Nonton Film Bareng: Penanaman Karakter Baik dan Giatkan Literasi

Jumat (18/09) pagi ini kelas delapan mempunyai dua cerita yang berbeda. Sementara sekitar dua ratus siswa berangkat ke MOPIC untuk nonton film bareng, sisanya juga nonton film di perpustakaan sebagai bagian dari kegiatan literasi sekolah.

Nonton bareng di MOPIC dilaksanakan mulai pukul delapan pagi. Dalam pelaksanaannya siswa langsung berangkat dari rumah, dan bertemu dengan para pendamping di sana.

Film yang ditonton kali ini berjudul Children of Heaven. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini bercerita tentang dua bersaudara Ali dan Zahra, yang hidup sederhana di pinggiran Semarang era tahun 1980-an. 

Setelah sepatu Zahra hilang, keduanya harus bergantian memakai satu pasang sepatu untuk tetap bersekolah, sementara Ali berusaha mendapatkan sepatu baru demi adiknya melalui sebuah lomba lari.

Film berdurasi 97 menit ini sarat dengan pelajaran berharga.

“Bagus, banyak nasehat baik, seperti kita jangan selalu melihat ke atas, tapi melihat ke bawah membuat kita lebih bersyukur,” ungkap Denis kelas 8.6.

Sementara itu di saat yang sama siswa yang tidak ikut ke MOPIC melakukan kegiatan literasi dengan nonton film bareng di perpustakaan.

Suasana nonton film bareng di perpustakaan

Dengan dikoordinir oleh tim perpustakaan siswa diajak menikmati film berbahasa Jawa dan berbahasa Inggris. Film “Rumaket”,  “Gara gara Wifi” dan “Gift” ini menceritakan kisah kehidupan sehari-hari yang sarat pelajaran berharga di dalamnya.

Kadek 8.1 memberikan ulasan tentang pelajaran berharga yang bisa diambil dari film Gift, dokumentasi pribadi

Nonton bareng dilaksanakan dalam dua sesi dan di tiap sesi diputar dua film. Kehadiran Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang dan Ibu Wakahumas adalah motivasi tersendiri bagi siswa untuk lebih rajin berliterasi.

Sesudah menonton film siswa diminta memberikan sedikit ulasan dan membuat catatan di buku literasi. Proses pencatatan buku literasi dilaksanakan di gazebo, kelas ataupun learning garden.

Kunjungan dari Bapak Kepala Sekolah, dokumentasi Bintaraloka

“Kita harus membina hubungan baik dengan tetangga, dan jangan terburu-buru menilai tindakan seseorang,” ungkap Keyla dan Aruna ketika mereka diminta mengemukakan pendapat tentang pelajaran berharga apa yang bisa diambil dari film yang habis mereka tonton.

Pendapat yang lain juga bermunculan, seperti:

” Kekayaan bukan berarti apa yang bisa kita peroleh atau kita simpan, tapi sebesar apa yang bisa kita berikan pada orang lain,” ungkap Kadek.

” Jagalah dan sayangi orang tua kita,” tambah Arjuna.

Hari yang luar biasa. Selain untuk penanaman karakter baik, dikaitkan dengan tujuan dari kegiatan literasi, diharapkan dengan kegiatan ini siswa semakin peka dan bijak dalam menerima berbagai informasi dan bisa mengambil pelajaran berharga dari berbagai kejadian atau peristiwa di sekitar kita. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *