Pada hari Kamis (10/09) kembali dilaksanakan kegiatan literasi sebagai pembiasaan siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Malang.
Seperti biasa hari itu siswa berkumpul di aula dan pada mereka diberikan link untuk dibaca, dirangkum dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim literasi.
Bacaan kali ini berjudul “Memberi Ruang Pada Waktu Memberi Makna pada Hidup” yang berisikan tentang pentingnya mengatur waktu dalam kehidupan kita sehari-hari.
Nasehat penting dalam bacaan tersebut adalah : “Jangan menyia-nyiakan waktu karena waktu adalah kain yang Tuhan berikan pada kita. Kita tak bisa meminta lebih panjang, tapi kita bisa menyulamnya dengan cinta, keheningan, dan kebermaknaan. Jangan biarkan ia lewat tanpa pernah kita rasa“.
Dalam kegiatan tersebut, Bapak Teguh Edy Purwanta memberikan arahan agar literasi jangan sekedar membaca, tapi jadilah manusia yang literat, dalam arti memahami informasi, menyimak dan menyampaikan kembali isi informasi.
Lebih Jauh tentang Literat

Dari berbagai sumber diperoleh informasi bahwa literat adalah keadaan atau status seseorang yang memiliki kemampuan, kecakapan, dan ketrampilan dalam bidang literasi—tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi juga memahami, mengolah, serta menyikapi informasi secara kritis dan bijak.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literat berarti beraksara atau akrab dengan huruf/bacaan (sudah melek huruf/sastra). Namun, dalam pemahaman modern, makna literat telah berkembang luas yaitu,
Melek Informasi: Mampu memilih, memilah, dan memahami informasi dengan benar serta tidak mudah terpengaruh berita bohong (hoaks).
Kecakapan Hidup (Life Skills): Menggunakan pengetahuan dan keterampilan literasi untuk memecahkan masalah dalam kehidupan
Orang yang literat biasanya mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman (adaptif), memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar (kontribusi positif) dan mampu berpikir kritis dan kreatif untuk mencari solusi dari permasalahan (solutif).
Setelah kegiatan membaca, beberapa siswa memberikan pendapat atau membacakan rangkuman hasil tulisan mereka pagi itu.

Pembiasaan yang dilakukan setiap hari di SMP Negeri 3 Malang adalah bukti nyata bahwa membangun manusia yang literat memerlukan komitmen dan kesungguhan dari semua pihak.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam membangun generasi yang tidak hanya melek huruf, tetapi juga melek makna.
Semoga semangat literasi ini terus tumbuh dan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Salam Literasi

