Sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025

Sosialisasi SPMB oleh tim kurikulum dan BK, dokumentasi pribadi

Pada hari Kamis (15/05) telah dilaksanakan sosialisasi SPMB pada siswa kelas 9 di aula Bintaraloka 1.

Sosialisasi yang diikuti sekitar 280 siswa ini dilakukan mulai pukul 07.30 wib oleh tim kurikulum dan BK.

Dalam acara tersebut Bapak Imam Waka kurikulum minta agar siswa mengikuti kegiatan hari itu dengan sungguh-sungguh. Ya, SPMB adalah tahapan yang sangat penting, karena di tahap ini siswa menentukan langkah perjalanan mereka dalam menuntut ilmu ke depannya.

SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) adalah istilah baru yang menggantikan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk seleksi masuk sekolah, mulai tahun ajaran 2025/2026. SPMB diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 dan berlaku untuk siswa SD, SMP, dan SMA. 

Ada banyak perbedaan sistem penerimaan siswa baru tahun ini dibanding dengan tahun sebelumnya. Diterangkan oleh Ibu Lilik selaku narasumber bahwa SPMB merupakan penyempurnaan dari PPDB yang bertujuan untuk memberikan sistem penerimaan murid baru yang lebih adil, transparan, dan inklusif. 

Peserta sosialisasi SPMB, dokumentasi pribadi

 Lebih detail perbedaan tersebut adalah :

1. Jalur Penerimaan

 PPDB memiliki jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, dan prestasi. SPMB mengganti zonasi dengan jalur domisili, menambahkan jalur mutasi (khususnya bagi anak guru), dan mempertahankan jalur afirmasi dan prestasi. 

2. Domisili vs Zonasi

Jalur zonasi dalam PPDB menentukan penerimaan berdasarkan jarak rumah ke sekolah, sedangkan jalur domisili dalam SPMB akan menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah. 

3. Kuota Penerimaan

Kuota penerimaan siswa berdasarkan jalur pendaftaran akan mengalami perubahan. Misalnya, kuota jalur domisili di SMP dalam SPMB 2025 usulan minimal 40%, sedangkan kuota jalur afirmasi minimal 20%. 

4. Jalur Mutasi

Jalur mutasi dalam SPMB lebih luas dan transparan, termasuk kuota untuk anak guru yang ingin bersekolah di tempat orang tua mengajar. 

5. Fokus SPMB

SPMB bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang adil bagi semua siswa, termasuk mereka yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas, serta mendorong peningkatan prestasi murid. 

6. Perubahan Istilah

PPDB yang sebelumnya digunakan, kini diganti menjadi SPMB. Menurut Staf Ahli Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto, perubahan ini dilakukan agar istilah “murid” lebih familiar dan terasa lebih dekat dengan masyarakat dibandingkan dengan “peserta didik”. 

Sosialisasi berjalan lancar hingga kira kira pukul sembilan pagi. Dengan dipandu Ibu Ami selaku pembawa acara, berbagai pertanyaan muncul dari para siswa berkaitan dengan SPMB ini.

Pesan dari Ibu Lilik siswa harus cermat dalam mengikuti tahapan SPMB, perhatikan timeline pelaksanaannya dan jangan sampai salah pilih sekolah ataupun jurusan.

Akhirnya semoga SPMB berjalan lancar dan semua siswa bisa diterima di sekolah yang diidamkan.

5 thoughts on “Sosialisasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025”

  1. Semoga bermanfaat dan siswa siswi Bintaraloka dapat menggapai sukses dengan pilihan sekolah Lanjutan yang sesuai.

Leave a Reply to Susetyaningtyas Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *