
Kegiatan Pesram (Pesantren Ramadhan), Ibadah Padang, dan Pondok Dharma dilaksanakan di Bintaraloka pada tanggal 24-26 Pebruari 2026.
Tidak lama memang, hanya tiga hari. Tapi dari tiga hari itu banyak kesan yang terpatri di hati. Betapa lewat kegiatan Ramadhan di akhir bulan Pebruari ini siswa belajar banyak hal, terutama tentang kesalehan individual dan kesalehan sosial.
Di bulan Ramadhan 1447 H ini seperti tahun- tahun sebelumnya, beberapa hari diisi dengan kegiatan pesantren Ramadhan yang diikuti oleh seluruh siswa beragama Islam dan bekerja sama dengan Ma’had UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam pesram siswa mendapatkan materi tentang ibadah yang meliputi :membaca kitab suci Al Qur’an, sholat jamaah, materi akhlaq, berbagai masalah kekinian seperti jangan menjadi manusia toksik dan banyak lagi.
Pesram dilaksanakan dalam waktu tiga hari dan setiap angkatan secara bergiliran melaksanakan buka bersama di hari yang berlainan.

Keterlibatan paguyuban dalam pelaksanaan buka bersama ini sungguh patut diapresiasi. Sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan pesram dan buka bersama paguyuban terus berkoordinasi guna mempersiapkan acar buka bersama anak anak.


Meski hujan turun begitu deras di luar, jelang pelaksanaan buka bersama beberapa mama- mama dari siswa sudah datang di aula untuk menyiapkan buka bersama dengan dibantu wali kelas. Ya, sinergi positif antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan program-program sekolah.
Nah, sementara pesram dilakukan, siswa beragama Nasrani melaksanakan Ibadah Padang dan yang beragama Hindu melakukan Ibadah Pondok Dharma Hindu.

Ibadah Pondok Dharma Hindu dilaksanakan di Pura Luhur Dwidjawarsa Kota Malang, sementara Ibadah Padang dilaksanakan bersama dengan SMP Negeri 19 di Bedengan Dau Kabupaten Malang.
Adalah sebuah pemandangan yang menarik sekaligus membuat hati terasa adem ketika sore hari sesudah siswa Nasrani dan Hindu berkegiatan, mereka segera bergabung dengan teman muslim mereka yang ada di sekolah untuk melakukan pembagian takjil bersama.
Kegiatan Ramadhan tidak hanya mengajar pada siswa tentang kesalehan individual tapi juga kesalehan sosial.
Ada tawa dan gembira di mana-mana, lebih- lebih ketika anak-anak membagikan takjil pada para pengendara sepeda motor atau pejalan kaki di depan sekolah. Ya, tidak ada sekat dalam melakukan kebaikan, dan kebahagiaan terbesar adalah ketika kita bisa berbagi rasa bahagia dengan sesama.

Akhirnya, kegiatan Ramadhan kali ini tidak hanya mengajar pada siswa tentang kesalehan individual tapi juga kesalehan sosial.
Kesalehan individual atau spiritual fokus pada memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan, ini dilakukan melalui berbagai ritual ibadah yang dilakukan siswa. Sementara kesalehan sosial fokus pada memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, misal dengan membagikan takjil bersama.
Kegiatan Ramadhan tidak hanya mengajak siswa menjaga hubungan baik dengan Sang Khalik (hablumminallah), tapi juga dengan sesama (hablumminannas), karena hablumminallah adalah fondasi akidah, sedangkan hablumminannas adalah implementasi akhlak, dan keduanya merupakan satu kesatuan ibadah.
Salam Ramadhan..

MasyaAllah… pembelajaran toleransi yang indah.. Semoga kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi semua murid Bintaraloka dan menjadikan mereka pribadi yang religius serta toleran, aamiin