Hari Minggu (8/3) pokja inovasi teknologi dan kompos SMP Negeri 3 Malang melakukan sosialisasi penggunaan eco enzim pada ibu-ibu PKK Lowokwaru Kota Malang.
Dalam acara tersebut Ibu Ahfi, ketua Pokja menjelaskan berbagai hal mengenai eco enzim. Tentang pembuatannya sekaligus manfaatnya bagi kita semua.
Mengapa pada Ibu-ibu PKK? Ibu-ibu sebagai para aktivis utama di dapur, hampir tiap hari berkecimpung dengan masalah sampah.
Sebagai informasi Produksi sampah harian di Kota Malang mencapai sekitar 730–778 ton, dengan sampah organik mendominasi sekitar 61% dari total volume dan sekitar 320 ton di antaranya berasal dari sisa makanan (sampah organik rumah tangga dan kuliner).

Ya, dapur adalah penghasil sampah organik yang utama di rumah, seperti kulit buah, sisa sayur, sisa makanan dan lainnya. Jadi melalui kegiatan ini ibu ibu diajak untuk memanfaatkan sisa sampah organik dari dapur untuk dibuat eco enzim.
Apakah eco enzim itu?
Eco enzime adalah cairan organik serbaguna limbah dapur (kulit buah/sayuran), gula (merah/molase), dan air. Cairan ini diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik menjadi bahan lain yang bermanfaat.

Eco enzim bisa memberikan banyak manfaat misalnya untuk pembersih lantai, sabun cuci piring, dan deterjen pakaian dalam rumah tangga, sebagai pupuk organik cair, nutrisi tanaman, dan pestisida nabati alami dan banyak lagi.
Diterangkan oleh Ibu Ahfi bahwa pembuatan eco enzim di Bintaraloka menggunakan bahan utama kulit jeruk dan kulit pisang sebagai limbah utama dari MBG anak anak. Jadi dalam keseharian, sisa sampah MBG berupa kulit pisang dan kulit jeruk tersebut dikumpulkan untuk selanjutnya diolah menjadi eco enzim.

Yang menarik selain menjelaskan tentang pembuatan eco enzim, pada ibu-ibu PKK juga dikenalkan kalkulator eco enzim, dimana dengan alat tersebut bisa ditentukan dengan mudah jumlah bahan yang diperlukan untuk membuat eco enzim dalam jumlah tertentu.
Acara sosialisasi berjalan lancar. Hal ini terlihat dari antusiasme para ibu PKK dengan mengajukan berbagai pertanyaan pada pemateri.
Kegiatan ini adalah sosialisasi kedua yang dilakukan oleh Ibu Ahfi bersama tim setelah sebelumnya dilaksanakan di PKK Bunulrejo Kota Malang.
Akhirnya lebih dari sekadar cairan serbaguna, eco enzim adalah bukti nyata bahwa solusi krisis lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana dan kolektif. Ibu-ibu PKK, sebagai pengelola utama rumah tangga, memiliki peran strategis dalam mewujudkan perubahan untuk bumi yang lebih baik.

