“Bintaraloka Traditional Foodfest”, Cintai Bangsa Melalui Cita Rasa

“Bintaraloka Traditional Foodfest” adalah sebuah tema besar kegiatan kokurikuler kelas 8 di semester gasal 2026/2027

Dengan jargon Mencintai Bangsa Melalui Cita Rasa, kegiatan ini bertujuan untuk 

membentuk jiwa nasionalisme siswa melalui cinta budaya di mana salah satu jenis kebudayaan adalah makanan tradisional . 

Melalui kegiatan ini sekolah juga akan membekali siswa agar memiliki jiwa entrepreneur atau pengusaha. 

Karenanya didalam kegiatan kokurikuler siswa tidak hanya diajak untuk mengetahui jenis makanan tradisional, namun juga dibekali materi pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan produk, inovasi , dan sampai pembuatan laporan keuangan.

Praktik memasak bersama Ibu Veny, dokumentasi Richa

Rangkaian  kegiatan kokurikuler ini adalah mulai dari perancangan ide produk makanan yg akan mereka produksi, riset sederhana tentang kebutuhan pasar, pembuatan video demonstrasi memasak, produksi, sampai acara puncak yakni bazar.

Untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam, sekolah mengundang narasumber Ibu Veny Widi Bhardayanti. Beliau adalah pengusaha kue traditional yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam berbagi ilmu tentang pembuatan kue traditional.

Paparan materi di aula, dokumentasi Richa

Dalam paparan di hadapan siswa Ibu Veny  memberikan materi tentang jenis-jenis makanan tradisional hingga melakukan demonstrasi memasak makanan tradisional. 

Narasumber yang kedua adalah Ibu Triana Hendriawati, S.Pd, guru IPS  yang mempunyai  latar belakang lulusan pendidikan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut Ibu Triana memberikan materi tentang penyusunan laporan keuangan sebagai bekal siswa agar lebih memahami bahwa penghitungan modal dan laba harus melalui beberapa proses yang sistematis.

Harapannya setelah mengikuti berbagai kegiatan dalam kokurikuler ini siswa bisa lebih memahami dan mencintai kebudayaan Indonesia melalui pengetahuan cita rasa.

Mengerjakan LK bersama, dokumentasi Richa

“Semoga pengetahuan tentang makanan tradisional tidak tergerus perubahan zaman. Karena seperti yg diketahui anak zaman sekarang hanya tau makanan yang viral saja, namun makanan asli daerah nya sendiri pun tidak tahu. Melalui mengetahui, dan  membuat makanan tradisional tersebut,  diharapkan jiwa nasionalisme semakin tumbuh dan berakar kuat dalam diri siswa SMPN 3 Malang,” ungkap Ibu Richa Diary Sandy koordinator kokurikuler kelas 8.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *