
Lapangan Rampal terasa begitu segar pagi itu. Jam belum lagi menunjukkan pukul tujuh pagi, tapi suasana sudah lumayan ramai. Siswa dengan kaos olah raga putih sudah siap dalam barisan, sementara di sana-sini tampak orang lalu-lalang, baik untuk berolah raga ataupun sekedar berjalan menikmati kesejukan hawa pagi.

Beberapa guru berdiri di tepi lapangan sambil mengawasi siswa yang sedang latihan PBB. Ya, di hari pertama sekolah, siswa SMP Negeri 3 Malang tidak langsung pembelajaran di kelas, tapi diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan penanaman pendidikan karakter.
Di antara kegiatan pendidikan karakter di awal semester kali ini dilaksanakan dengan bekerja sama dengan TNI juga alumni.
Kerjasama dengan TNI dilakukan pada pemberian materi dan praktik pelajaran baris berbaris yang dilaksanakan mulai pukul tujuh hingga sebelas pagi. Dalam kegiatan ini ditanamkan karakter disiplin, kerjasama, kesungguhan juga kekompakan siswa.



PBB, siswa juga mengikuti kegiatan materi alumni mengajar di hari berikutnya. Lewat kegiatan ini alumni yang menjadi narasumber memberikan motivasi pada adik kelasnya, dan menceritakan tentang pengalaman dan berbagai tahapan yang dilalui sehingga mencapai posisi seperti sekarang ini.
Dalam kegiatan alumni mengajar pagi ini yang menjadi narasumber adalah Satrio Wibowo, alumni Bintaraloka tahun 2018 yang sekarang sedang menempuh pendidikan profesi dokter di Universitas Brawijaya Malang.

Dalam paparannya yang berjudul pagi itu Satro mengungkapkan betapa dalam kehidupan kita sering mengalami pasang surut.
“Seperti halnya roda, kadang kita berada di atas, kadang juga di bawah. Kadang berhasil, namun sering juga gagal. Di saat gagal kita tidak boleh putus asa. Selalu mencoba dan mencoba agar tercapai apa yang kita cita citakan,” kata Satrio.
Hal penting lain yang diterangkan oleh Satrio adalah dalam kondisi apapun attitude adalah hal yang harus kita perhatikan. Betapa banyak pelajaran tentang attitude yang telah diperoleh di sekolah selain dari materi pelajaran itu sendiri.
“Attitude is everything,” ungkapnya.

Pembinaan karakter berikutnya dilaksanakan di kelas bersama wali kelas masing-masing. Selain membuat resolusi di awal semester, wali kelas memberikan pengarahan tentang apa saja yang perlu dibenahi siswa di semester genap, termasuk berbagai kegiatan sekolah di semester yang akan datang.
Hari yang luar biasa, selama dua hari siswa memang tidak langsung mendapatkan materi pembelajaran di kelas , tapi mereka belajar kembali tentang berbagai karakter baik, bagaimana bersosialisasi serta melakukan ” pemanasan” agar pembelajaran berjalan lebih baik ke depannya.
Siswa yang merasa didukung, terhubung, dan termotivasi akan lebih siap menghadapi tantangan belajar di minggu-minggu berikutnya
Ibarat melakukan lari, kita perlu melakukan pemanasan dulu bukan?
Akhirnya mengisi minggu pertama dengan kegiatan non pembelajaran di dalam kelas bukanlah “pemborosan waktu”, melainkan investasi untuk keberhasilan akademik dan sosial-emosional sepanjang semester.
Siswa yang merasa didukung, terhubung, dan termotivasi akan lebih siap menghadapi tantangan belajar di minggu-minggu berikutnya.

Semangat tetap menjadi terbaik Bintaraloka!
Semakin sukses dengan semangat baru!
Semester baru, semangat baru untuk menggapai sukses dimasa depan… Semangat Bintaraloka.
Giat awal semester yang inspiratif. Sinergi sekolah, TNI, dan alumni menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai disiplin, karakter, dan kebangsaan bagi generasi muda.