
Sabtu (01/11) tampak kesibukan yang luar biasa di Bumi Bintaraloka. Sebuah tenda terpasang di lapangan volly, demikian juga di kelas kelas terpasang banner untuk penyelenggaraan beraneka lomba. Ya, hari itu sedang dilaksanakan PAI Fair 2025.
Kegiatan PAI Fair ini diikuti oleh 234 pelajar SMP se kota Malang yang berlaga di berbagai nomor lomba yang diadakan, seperti video, pidato, poster kreatif, cipta lagu, MTQ dan olimpiade PAI.
PAI Fair dilaksanakan dalam semangat untuk mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter kuat dan adaptif di tengah tantangan era digital. Dalam kegiatan yang ber tajuk PAI Fair Knowledge and Character Competition 2025 ini, ratusan siswa SMP se-Kota Malang beradu gagasan, bakat, dan nilai-nilai keislaman dalam suasana kompetisi yang sehat dan inspiratif.

Hadir dalam acara ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag Kota Malang, Febrian Taufik, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, pengawas PAI, MKKS, komite SMP Negeri 3 Malang, serta guru-guru PAI SMP se-Kota Malang.
Kegiatan resmi dibuka dengan pemukulan tambur oleh Gus Shampton bersama Kabid Dikdasmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, M. Adhim.

“Pendidikan agama bukan hanya pengetahuan, tetapi pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Juara sejati bukan yang membawa piala pulang, namun yang menjaga besaran iman dan keluhuran budi pekerti,” tegas M. Adhim dalam sambutan mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang
Apresiasi yang mendalam disampaikan oleh Gus Shampton atas terselenggaranya PAI Fair yang diinisiasi secara swadaya oleh para guru PAI Kota Malang ini.
Dalam acara ini SMP Negeri 3 Malang berhasil mendapatkan gelar juara pertama untuk video dan juara harapan kedua untuk poster kreatif.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan untuk mewadahi pengembangan potensi dan bakat siswa dalam hal PAI sehingga dapat mewujudkan generasi Qur’ani, cerdas dan berakhlaq mulia di era digital, serta mampu memanfaatkan tehnologi untuk berdakwah dengan cara yang kekinian dan mudah diterima generasi muda,” demikian diungkapkan Ibu Utin, ketua penyelenggara PAI Fair sekaligus ketua MGMP PAI kota Malang

“Sukses untuk PAI Fair MGMP PAI Kota Malang! Kegiatan yang meneguhkan semangat belajar agama dengan cara yang gembira, kreatif, dan penuh makna.”
PAI Fair menjadi ruang indah untuk menyalakan semangat beragama, berbudaya, dan berprestasi. Dari lomba, tumbuh karakter; dari silaturahmi, lahir harmoni