SEJARAH SMPN 3 MALANG
SMP Negeri 3 Malang terletak di Jl Dr Cipto 20 Malang. Sekolah ini terletak di kelurahan Klojen dengan lokasi yang sangat strategis, tidak jauh dari bangunan bangunan penting, seperti Balai Kota Malang, Gedung DPRD, Stasiun Kota Baru, Pasar Klojen, juga beberapa rumah sakit seperti RSSA dan RS Lavallete
Di awal tahun 1900, semenjak diberlakukannya politik etis yang digagas oleh Van Deventer, pemerintah kolonial Belanda mulai banyak membangun sekolah di Hindia Belanda.
Pendirian sekolah ini dimaksudkan sebagai balas budi pada Hindia Belanda yang telah berkontribusi besar pada kesejahteraan Kerajaan Belanda.
Agenda lain dari pendirian sekolah ini adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang lebih murah dan itu bisa diambil dari kalangan bumiputera.
Sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah memiliki karakteristik sendiri -sendiri yang diperuntukkan untuk golongan masyarakat yang berbeda-beda.
Sekolah-sekolah tersebut adalah:
- European Legere School (ELS), sekolah setingkat SD dan diperuntukkan bagi anak-anak keturunan Eropa dan anak-anak bangsawan dari timur.
- Hollandsch Inlandsche School (HIS)
Hollandsch Inlandsche School, sekolah setingkat SD yang pada mulanya hanya diperuntukkan bagi bangsawan elit. Namun sejak adanya poliyik etis kalangan kelas bawah diperbolehkan masuk sekolah ini. - Chineesch School (HCS)
Sekolah ini didirikan pada tanggal 5 November 1930 di Surabaya dan merupakan sekolah pertama untuk anak-anak di China. - Meer Uitgebreid Leger Onderwijs (MULO)
Sekolah setingkat SMP ini pertama kali didirikan tahun 1916, dan menggunakan Bahasa Belanda sebagai pengantarnya - Algemeene Middelbare School (AMS), setingkat SMA dengan masa pendidikan tiga tahun.
Pada mulanya SMP Negeri 3 Malang bernama MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) Wilhelmina. Dinamakan Wilhelmina karena terletak di Wilhelmina straat (Jl. Wilhelmina).
Berdasarkan dokumen NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional), SMP Negeri 3 Malang berdiri sejak tahun 1950. Namun, menurut Malang Beld van Een Staad, MULO Wilhelmina sudah ada sejak tahun 1919.
Dalam buku tersebut, pada bagian keterangan foto di halaman 126, dijelaskan bahwa Sekolah Menengah Pemerintah di Wilhelmmastraat telah didirikan pada tahun 1919, dan dengan demikian merupakan salah satu bangunan publik pertama yang dibangun di distrik Oranje.
Pada tahun 1942, sekolah tersebut untuk sementara waktu digunakan sebagai kamp tawanan perang.
Bukti lain yang menunjukkan bahwa sekolah ini sudah ada jauh sebelum tahun 1950 adalah keikutsertaan MULO Wilhelmina dalam klasemen Kortbal di Kota Malang pada tahun 1932.
Kortbal adalah olahraga tim campuran gender dari Belanda yang dimainkan dengan cara melempar bola ke keranjang tanpa jaring (korf), di mana setiap tim terdiri dari 8 pemain (4 pria dan 4 wanita).
Pada tahun 1960, MULO Wilhelmina berubah menjadi SMP Negeri 3 Malang berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. 187/SK/B/III/1960 tanggal 25 Mei 1960, dan sampai sekarang sudah mengalami lima belas kali pergantian kepala sekolah
