Sejarah

SMP Negeri 3 Malang merupakan salah satu sekolah warisan Belanda yang berada di Kota Malang. MULO WILHELMINA merupakan cikal bakal dari sekolah tersebut. Sekolah ini berdiri pada tanggal 17 Maret 1950. Pada tahun 1960, nama Sekolah MULO WILHELMINA resmi diubah oleh pemerintah Republik Indonesia menjadi SMP Negeri 3 Malang dengan semboyan Bina Taruna Adiloka (Bintaraloka).

Bina Taruna Adiloka (Bintaraloka) diambil dari bahasa Sansekerta yaitu ‘bina’ yang berarti mendidik, ‘taruna’ yang berarti generasi muda, ‘adi’ yang berarti terbaik, dan ‘loka’ yang berarti sasana/tempat. Berdasarkan semboyan yang dipilih oleh para pendahulu itu tampak secara jelas bahwa SMP Negeri 3 Malang adalah tempat menempa generasi muda untuk menjadi manusia-manusia terbaik.

Untuk mewujudkan semboyan Bina Taruna Adiloka (Bintaraloka) dalam aktivitas nyata di SMP Negeri 3 Malang, seluruh civitas academy SMP Negeri 3 Malang mengaktualisasikan semboyan tersebut dalam nafas visi, misi, tujuan, dan sasaran SMP Negeri 3 Malang

Luas lahan yang mencapai 6.520 m<sup>2</sup>, dan luas bangunan 2.500 m<sup>2</sup> membuat SMPN 3 Malang masuk dalam kategori sekolah yang tidak terlalu luas. Perluasan lahanpun bisa dikatakan sulit, hal tersebut disebabkan lokasi SMPN 3 yang terletak di tengah kota dan juga diapit oleh berbagai kantor publik dan rumah penduduk. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat warga SMPN 3 untuk turut ambil bagian dalam program Adiwiyata. Kekurangan SMPN 3 dalam hal lahan justru menjadi tantangan tersendiri untuk berinovasi dalam program pengembangan lingkungan hidup tersebut.

Sebelum lolos menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi di Kota Malang, SMP Negeri 3 Malang sudah berupaya di bidang pelestarian lahan hijau. Dengan jumlah siswa yang besar yaitu lebih dari 800 siswa per tahunnya, kebutuhan akan oksigen di SMPN 3 Malang menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ketidakseimbangan perbandingan jumlah ideal antara manusia dan pohon di sekolah membuat udara yang ada di sekitar terasa kurang segar.

Sedangkan kalau ditinjau dari segi kebersihan, sebelum menyandang predikat sebagai sekolah adiwiyata provinsipun, keadaan di SMPN 3 sudah tergolong bersih. Akan tetapi SMP Negeri 3 Malang tetap berupaya bagaimana cara menggugah para siswa, guru, maupun karyawan untuk tetap mau terjun langsung dalam upaya peningkatan pelestarian dan kebersihan lingkungan